GAMARI, Organisasi Pemberani! Hadirkan Keadilan, ikhtiar Memperbaiki Negeri

PEKANBARU– Presidium Pusat (PP) Gabungan Aksi Mahasiswa Alumni Riau (GAMARI) mulai dikenal sekitar tahun 1991an.

Era dimana pergolakan yang sangat besar terjadi di wilayah Provinsi Riau. Mulai dari Ketimpangan sosial hingga Kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM).

Dahulu, GAMARI hidup tumbuh dan berkembang karena situasi yang sangat pelik, terutama masalah perekonomian di seluruh Provinsi Riau, khususnya di Daerah Kota Pekanbaru.

Melalui Mahasiswa Miskin yang Pemberani pada saat itu, yakni diantaranya Pendiri sekaligus Ketua GAMARI pertama, Suparman hingga ribuan anggota maupun simpatisan GAMARI pada saat itu, seperti Pangeran Simanjuntak, Leo Gultom, Hari Siswoko, Muhammad Haris Kampai dan lain-lain, mayoritas Mahasiswa dari Sospol Universitas Riau.

Dari dulu GAMARI adalah wadah bagi para Aktivis yang pemberani, seperti Jejak Rekam Suparman, Mahasiswa asal Kunto Darusallam, Kabupaten Rokan Hulu (ROHUL). Berawal dari Perantauannya ke Kota Pekanbaru hanya bermodalkan nekad, hingga akhirnya Suparman menguasai dunia “Premanisme” di Ibukota Provinsi Riau.

Dunia Premanisme yang dimaksud, bukan sekedar hal-hal yang cenderung negatif, melainkan lebih kepada Dunia Pemberani. Kalau tak Berkelahi, Tak Makan!

Informasi yang dihimpun media ini, bahwa Suparman pada saat itu hanya bermodalkan Kenderaan Roda dua, Vespa Butut! sampai akhirnya Pria Pemberani itu memperoleh Jalan Hidup yang sangat sukses.

Lewat kegiatan Organisasi lainnya, GAMARI dijadikan tumpuan Suparman untuk melangkah ke arah yang lebih baik lagi. Pada saat itu, GAMARI jauh menguasai Riau, daripada Ormas Nasional Pemuda Pancasila (PP). Info dari para narasumber yang akurat, bahwa GAMARI pada saat itu jauh lebih unggul dari organisasi manapun.

Lewat tangan dingin Suparman, GAMARI mulai dikenal masyarakat. Aktivitas Sosial dan Keagamaan membuat GAMARI semakin sejuk dimata masyarakat. Berjalannya waktu, dari GAMARI seorang Suparman bergerak perlahan menuju kegiatan lainnya. Dari memimpin GAMARI, yang notabene organisasi non profit (tanpa adanya bantuan dari pemerintah) hingga akhirnya Suparman memimpin berbagai organisasi yang ditopang oleh kekuatan APBD.

Pada akhirnya kesuksesan mulai menghampiri Suparman. 3 Periode diberi Amanah sebagai Anggota DPRD Provinsi Riau, sekaligus dipilih menjadi Ketua DPRD Provinsi Riau dan berkali-kali bertanding dalam Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah di Kampung Halamannya. Suparman akhirnya berhasil Menang secara Demokratis menjadi Bupati Rokan Hulu (ROHUL).

Sewaktu menjadi Anggota Dewan, Ketua Dewan bahkan Bupati Rokan Hulu, ada banyak Mahasiswa Miskin yang dibantu Suparman, tentunya dengan Jalur Beasiswa maupun dengan Topangan Dana Kantong Pribadi Suparman. “Walaupun banyak organisasi yang dipimpin Suparman, GAMARI tetap yang Terdepan, Rintisan dari masa-masa sulit, hingga akhirnya Tampuk Perpolitikan di Riau sempat dikuasainya”

Saat ini, GAMARI mulai bergerak kearah yang lebih baik lagi. Dari yang awalnya tidak memiliki identitas Logo yang Permanen, sampai akhirnya telah memenuhi segala sesuatu yang berkaitan dengan Legalitas Hukum Organisasi.

GAMARI zaman kepemimpinan Suparman memang unggul dalam porsi pergerakan masa aksi, terutama terkait aktivitas malam.

GAMARI saat ini lebih unggul dalam semua hal, terutama dalam bentuk kegiatan yang menjurus pada Pendampingan Hukum dan Upaya Menghadirkan Keadilan.

GAMARI saat ini dipimpin oleh seorang Aktivis Jalur Kiri, Penerima Jalur PBUD masuk ke Universitas Riau. Namanya Larshen Yunus. Pria tinggi tegap itu mulai mengecap dunia Aktivis pada saat masih duduk dibangku Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN). Saat itu Larshen Yunus sudah menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan sosial, kendati masih sekedar Anak Bawang, diantara teman-temannya yang mayoritas Mahasiswa.

Berlanjut, dari SMPN ke SMA/K. Ternyata mental Aktivis Larshen Yunus semakin kental dan menjadi-jadi. Berstatus sebagai Siswa SMA/K, dirinya lebih sering berkumpul dalam kegiatan Pergerakan Mahasiswa, walaupun hanya sekedar membantu memegang tongkat bendera dan umbul-umbul.

Larshen Yunus, pria kelahiran Kota Pekanbaru. Mental Pemberani diatas rata-rata, bahkan melampaui mental pendiri GAMARI, Kakanda Suparman.

Larshen Yunus, lahir tumbuh dan besar dari keluarga yang sederhana. Ayah seorang Petani Sawit dan ibunya seorang Pedagang Kebutuhan Harian. Dilahirkan dari 4 orang bersaudara, Larshen Yunus adalah sosok yang Humanis dan Peduli terhadap situasi sosial. “Rela Lapar demi Kebutuhan Para Anggotanya”

Semenjak GAMARI dipimpin oleh seorang Ketua Larshen Yunus, ada banyak kegiatan dan perjuangan yang berhasil. Terutama dalam rangka memperjuangkan Hak-Hak dan Martabat orang miskin. GAMARI adalah Kita! Bersama GAMARI, mari kita perbaiki Negeri.

Hingga saat ini, GAMARI masih tetap eksis lewat gerakan sosial dan pengumpulan masa aksi, terutama dalam rangka upaya melawan Ketidakadilan. GAMARI adalah rumah besar para Pejuang di Negeri ini. Tanpa GAMARI, eksistensi organisasi sekelas PP, KNPI, FKPPI dll Masih dalam tanda tanya, terutama yang bermukim di wilayah Provinsi Riau.

Ayo Dukung GAMARI! Rumah besar semua Umat. Bersama GAMARI, mari kita Hadirkan Keadilan, menuju Negeri yang Sejahtera Lahir dan Bathin. 

Hormat Kami buat Para Pejuang GAMARI, melalui Ketua Suparman dan Ketua Larshen Yunus.

Salam Silaturrahim,

Tengku Muhammad Rasyid/M.Aji Panangi/dll (Presidium Pusat Gabungan Aksi Mahasiswa Alumni Riau/PP GAMARI)

 

 

Tinggalkan Balasan