Jakarta Selatan|Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Generasi Pemuda Anoa Sulawesi Tenggara (GENPAN Sultra) menggelar aksi unjuk rasa jilid pertama atas dugaan pemotongan Biaya Oprasional (BOP) Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang berada di kab.konawe yang di duga di lakukan oleh Sekretaris KPU Kab.Konawe.
Harbiansyah selaku Ketua Umum GENPAN Sultra mengungkapkan aksi yang dilakukan di kantor Dewan Kehormatan Penyelnggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI) pada hari ini tanggal 6 Oktober 2023 sebagai aksi jilid Pertama guna melakukan pelaporan atas dugaan Pemotongan Biaya Oprasional (BOP) PPK se Kab. Konawe selama 7 bulan lamanya pasca pelantikan yang di duga di lakukan oleh Sekretaris KPU Kab. Konawe.
“Kami telah memasukan laporan atas dugaan kuat adanya pemotongan Biaya Oprasional (BOP) PPK se Kab. Konawe yang kami duga di lakukan oleh sekretaris KPU Kab. Konawe, Kami juga telah menyerahkan sepenuhnya kepada DKPP RI guna menuntaskan persoalan ini, ditambah lagi persoalan adanya pemotongan BOP PPK dan PPS Se Kab. Konawe selama 3 bulan yang di duga di lakukan oleh Ketua KPU Konawe ” Ungkap Harbiansyah.
Harbiansyah menegaskan bahwa gerakan yang terbangun hari ini bukanlah gerakan yang di tungangi atau adanya kepentingan pribadi, tetapi gerakan hari ini rill atas apa data yang mereka punya.
“Perlu kami tegaskan bahwasanya apa yang kami sampaikan berdasarkan data yang akurat, karena kami juga melakukan aksi unjuk rasa didasari dengan apa data yang kami pegang” Beber Harbiansyah.
“Besar harapan kami semoga DKPP RI segera memeriksa sekretaris KPU Kab. Konawe atas laporan yang telah kami masukan dan kami akan mengelar aksi jilid kedua untuk memasukan laporan terkait pemotongan BOP PPK dan PPS se Kab. Konawe yang kami duga di lakukan oleh Ketua KPU Kab. Konawe ,” imbuhnya.











