BBM Langka, Harga Tembus Rp30 Ribu per Liter: Ada Apa di Rokan Hulu?*
*PASIR PENGARAIAN, ROKAN HULU, 2 Juni 2026* – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun non-subsidi beberapa waktu terakhir di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, memicu keresahan luas. Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat di sejumlah SPBU jadi pemandangan harian, sementara harga BBM eceran dilaporkan melambung jauh di atas harga resmi.
Kondisi ini disorot aktivis Peduli Rokan, Ramlan Lubis, yang mendesak Polres Rokan Hulu dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mengambil langkah tegas terhadap dugaan praktik penimbunan dan pelangsiran BBM yang disebut-sebut jadi penyebab utama kelangkaan.
“Kami minta Polres Rohul dan Bupati Rokan Hulu tidak tinggal diam. Kelangkaan BBM sudah sangat meresahkan masyarakat. Jika ada dugaan penimbunan dan pelangsiran, harus ditindak tegas sesuai hukum berlaku,” tegas Ramlan Lubis.
Menurut Ramlan, masyarakat sulit mendapat BBM subsidi maupun non-subsidi. Akibat kelangkaan, harga eceran melonjak signifikan. Pertalite yang seharusnya dijual sesuai harga pemerintah dilaporkan mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter. BBM non-subsidi disebut dijual hingga Rp30.000 per liter.
Dampaknya dirasakan luas: petani, pelaku usaha mikro, sopir angkutan, hingga pekerja harian. Banyak warga mengaku terpaksa beli BBM eceran mahal karena tidak sanggup antre berjam-jam di SPBU.
Ironisnya, kata Ramlan, dugaan aktivitas pelangsiran BBM masih terjadi terang-terangan. Bahkan menurut warga, kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang kali masih kerap keluar-masuk SPBU.
“Ini bukan sekadar antrean panjang. Ini soal kebutuhan masyarakat, ekonomi rakyat kecil, petani, nelayan, pelaku UMKM, sopir angkutan, dan seluruh aktivitas warga. Jangan sampai hukum terlihat tumpul ketika masyarakat menunggu keadilan,” ujarnya.
Ramlan meminta aparat melakukan investigasi menyeluruh terhadap distribusi BBM di Pasir Pengaraian dan sekitarnya. Warga juga berharap ada pengawasan intensif dan transparansi kuota BBM yang masuk ke Rohul agar kondisi sebenarnya diketahui publik.
“Dalam situasi seperti ini, kehadiran negara sangat penting. Masyarakat menanti langkah konkret agar distribusi BBM berjalan sesuai aturan dan kebutuhan terpenuhi secara adil,” katanya.
*Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pengelola SPBU 14.285.142, Pertamina, Polres Rokan Hulu, maupun Pemkab Rohul terkait penyebab pasti kelangkaan dan dugaan penimbunan/pelangsiran yang disampaikan warga dan aktivis.*
*Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya kepada seluruh pihak yang disebut sesuai Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.*
(DR)











