Berita  

MALAM PUNCAK PESTA RAKYAT HUT KE-27 ROHUL DISOROT! Ribuan Warga Kecewa, Riski Nanda Minta Bupati Evaluasi Panitia dan Jajaran Pemkab

MALAM PUNCAK PESTA RAKYAT HUT KE-27 ROHUL DISOROT! Ribuan Warga Kecewa, Riski Nanda Minta Bupati Evaluasi Panitia dan Jajaran Pemkab

ROKAN HULU, RIAU — Malam puncak pesta rakyat dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), yang digelar di kawasan Bundaran Pemda, tepatnya di depan Kantor Bupati Rokan Hulu, menuai kekecewaan dari sejumlah masyarakat. Persoalan penataan lokasi, kondisi area yang tergenang air, hingga minimnya penerangan menjadi sorotan terhadap kesiapan panitia penyelenggara.

Ribuan masyarakat yang datang untuk menikmati malam hiburan tersebut berharap dapat merasakan kemeriahan pesta rakyat yang tertib, nyaman, dan aman. Namun, kondisi di lapangan justru memunculkan kritik dan pertanyaan mengenai perencanaan serta kesiapan penyelenggara.

Sorotan itu disampaikan Riski Nanda, pemuda Rokan Hulu, yang menilai pelaksanaan acara tersebut seharusnya dipersiapkan secara matang, mengingat kegiatan itu merupakan agenda publik yang membawa nama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.

“Kalau memang belum siap menyelenggarakan acara, jangan terlalu cepat dipromosikan. Masyarakat datang membawa harapan untuk menikmati pesta rakyat, tetapi ketika kondisi di lapangan tidak sesuai harapan, tentu masyarakat kecewa,” tegas Riski Nanda.

Dua Kali Menjadi Catatan, Pemerintah Diminta Tidak Mengulang Kesalahan

Menurut Riski, persoalan dalam penyelenggaraan kegiatan keramaian di Rokan Hulu bukan kali pertama menjadi bahan kritik. Ia menyinggung pengalaman sebelumnya di kawasan Pujasera saat kegiatan pesta rakyat, yang menurutnya juga menyisakan persoalan dalam pelaksanaan.

Kini, pada malam puncak pesta rakyat di Bundaran Pemda, persoalan serupa kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut, kata dia, semestinya menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah agar penyelenggaraan acara berikutnya tidak kembali mengecewakan masyarakat.

Pesta rakyat seharusnya menjadi ruang kebersamaan, hiburan, serta kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya. Karena itu, persiapan teknis tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.

Parkir Tidak Tertata, Genangan Air dan Penerangan Minim Jadi Sorotan

Riski menyoroti sejumlah hal yang dinilainya perlu mendapatkan perhatian, mulai dari penataan parkir yang dianggap belum tertib, genangan air di sejumlah bagian bundaran, hingga minimnya penerangan di area kegiatan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi kenyamanan pengunjung, terlebih ketika masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan hiburan kesenian, termasuk pertunjukan jarkep yang dihadirkan pada malam puncak acara.

Menurutnya, kegiatan yang diperkirakan akan menarik banyak pengunjung semestinya disertai perencanaan menyeluruh. Panitia perlu memperhitungkan kapasitas lokasi, arus kendaraan, area parkir, pencahayaan, kebersihan, serta aspek keselamatan pengunjung.

“Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi promosi kemeriahan, tetapi persoalan mendasar di lapangan tidak dipersiapkan dengan baik. Parkir harus tertata, penerangan harus memadai, dan lokasi acara harus nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati Anton ST MM Diminta Mengevaluasi Kinerja Jajaran

Riski Nanda meminta Bupati Rokan Hulu, Anton ST MM, menjadikan berbagai keluhan tersebut sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja jajaran dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam perencanaan serta pelaksanaan pesta rakyat.

Menurutnya, evaluasi bukan semata-mata untuk mencari kesalahan seseorang, melainkan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan yang menggunakan fasilitas maupun anggaran pemerintah benar-benar dipersiapkan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mendorong agar penyelenggara melakukan peninjauan terhadap aspek teknis pelaksanaan, termasuk koordinasi antarpihak, kesiapan lokasi, pengaturan lalu lintas, serta fasilitas pendukung bagi pengunjung.

“Ini harus menjadi catatan bagi Bupati Rokan Hulu. Evaluasi kinerja jajaran sangat diperlukan agar persoalan seperti ini tidak terus berulang. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan dan penyelenggaraan acara yang layak,” tegasnya.

Pesta Rakyat Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Cerminan Pelayanan Publik

Peringatan HUT Kabupaten Rokan Hulu semestinya menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Namun, kemeriahan acara tidak cukup hanya diukur dari banyaknya pengunjung, panggung hiburan, maupun artis atau kesenian yang ditampilkan.

Kualitas penyelenggaraan juga tercermin dari kesiapan fasilitas, ketertiban, keselamatan, kenyamanan, serta kemampuan panitia mengantisipasi berbagai persoalan di lapangan.

Kritik yang disampaikan Riski Nanda menjadi pengingat bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan hiburan, tetapi juga pelaksanaan kegiatan publik yang terencana dan bertanggung jawab.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu diharapkan membuka ruang evaluasi secara objektif, menindaklanjuti keluhan masyarakat, serta memastikan penyelenggaraan kegiatan pada masa mendatang berlangsung lebih tertib dan profesional.

Kini, yang dibutuhkan bukan sekadar kemeriahan panggung, melainkan pembenahan nyata. Sebab, keberhasilan pesta rakyat bukan hanya tentang seberapa ramai masyarakat yang datang, tetapi juga tentang bagaimana mereka pulang dengan rasa aman, nyaman, dan bangga terhadap daerahnya.

Catatan redaksi: Berita ini memuat kritik dan pandangan Riski Nanda sebagaimana disampaikan. Konfirmasi dari panitia penyelenggara dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mengenai keluhan tersebut masih perlu dimuat agar pemberitaan berimbang.

Tim

Tinggalkan Balasan